Bukik Bertanya: @YanuarNugroho, Peneliti Pelangi

Bukik Bertanya: @YanuarNugroho, Peneliti Pelangi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jurnal Perjalanan Cikuray

Gn.Cikuray (2.821m)

 

GUNUNG CIKURAY

Gunung Cikuray (2.821 mdpl) adalah gunung tertinggi ke-4 di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Pangrango, dan Gede. Berbentuk kerucut/Strato serta tidak memiliki kawah yang aktif

Geografis

Gunung Cikuray terletak persis di tengah-tengah Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat, yang dikelilingi oleh 5 kecamatan yaitu Cilawu, Cigedug, Cikajang, Banjarwangi, dan Bayongbong. Untuk mencapai puncak Gunung Cikuray jalur yang biasa dilewati ada 2 jalur: dari Dayeuh Manggung di Cilawu dan melalui Ciledug. Jalur yang paling dekat akan tetapi lebih terjal adalah dari Ciledug, sedangkan jalur Dayeuh Manggung adalah jalur yang dianjurkan meskipun jaraknya kebih jauh akan tetapi tingkat keterjalannya tidak seekstrim Ciledug. Setelah tiba di puncak akan terlihat hamparan gunung-gunung di sekitar Garut, awan memutih yang beriringan, dan laut pantai selatan. Terdapat beberapa tower pemancar dari stasiun-stasiun TV di Indonesia seperti, TVRI, Indosiar, dan stasiun TV Swasta lainnya yang biasanya menjadi patokan ketika kita mendaki. Kita juga dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan ke arah gunung-gunung di sekitar seperti Papandayan, Guntur, Ciremai, Tangkuban Perahu, dan Burangrang. Di puncak Gunung Cikuray kita juga dapat menyaksikan panorama yang indah kota Garut di malam hari dan di kaki langit membentang Samudra Hindia (Pantai Selatan).

Gunung Cikuray mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan Hutan Ericaceous.

Persiapan dan tips pendakian :

                Selain harus mempersiapkan perlengkapan pendakian standar, kita juga harus memerhatikan beberapa saran dan keadaan demi kelancaran pendakian ini :

  1. Bawalah air secukupnya. Seperti tipe gunung kerucut lainnya kita akan sangat jarang menemui mata air di sepanjang jalur pendakian.
  2. Berhati-hati dalam melilih persimpangan jalan karena belum terpasangnya petunjuk arah menuju puncak.
  3. Sebaiknya dibimbing oleh orang yang sudah berpengalaman mendaki gunung ini.
  4. Berangkatlah menuju pagi agar pendakian tidak terhalang kabut atau hujan saat kita akan mencapai puncak. Jika beruntung, pendakian dini hari juga bisa mengantarkan kita untuk menyaksikan sunrise di puncak gunung.

Sejarah

Beberapa naskah kuno menyebut Gunung Cikuray sebagai Gunung Srimanganti atau Srimanganten. Sekitar abad ke-17, lereng Gunung Cikuray menjadi mandala, yaitu pusat pertapaan para pendeta dan kegiatan tulis menulis kerajaan Padjadjaran. Bukti-bukti tertulis mengenai mandala ini masih tersimpan di sebuah cagar budaya Ciburuy di Kecamatan Cigedug.

Iklim

                Iklim di daerah Gunung Cikuray dan sekitarnya dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate). Curah hujan di sekitar Gunung Cikuray mencapai 3500-4000mm dengan kalkulasi bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan dan juga variasi temperatur dari 10º C hingga 24º C.

JURNAL PENGEMBARAAN

Minggu, 1 Mei 2011

Pengembaraan saya yang pertama ini saya mendaki dengan bepergian seorang diri ke Gunung Cikuray yang berlokasi di Garut. Sayapun segera berangkat menggunakan Bis Karunia Bakti yang menuju Garut dari pemberhentian bus sebelum tol Padalarang Timur pada jam 7.

Foto-foto keberangkatan menuju Garut

Sayapun sampai di Terminal Guntur Garut sekitar jam 09:30. Disana sayapun segera bergegas mencari angkutan kota bernomor 06 dan berwarna biru-putih yang akan saya tumpangi hingga Patrol daerah Dayeuh Manggung. Keadaan di angkot itu begitu tersendat dikarenakan ada pasar pagi di perjalanan kami sehingga waktu lumayan lama untuk perjalanan menuju Patrol. Akhirnya pada jam 10:30 saya tiba di Patrol dan segera menawar ojeg disana. Harga ojeg disini lumayan mahal dikarenakan memang medan yang dilewati sangat tidak manusiawi dan juga cukup jauh, jika berjalan kaki bisa mencapai 2 jam perjalanan. Akhirnya kamipun sepakat harga ojeg sebesar 25 ribu rupiah dan segera berangkat menggunakan motor yang “bukan bebek” (ojeg bebeknya tidak berani mengantar dikarenakan factor cuaca juga).

Kondisi Terminal Guntur, Angkot, dan Gerbang Patrol

Pada pukul 11.15 akhirnya saya pun tiba di Pemancar, dimana biasanya para pendaki camp dan beristirahat sebelum pendakian disitu. Sayapun beristirahat sejenak hingga kira2 pukul 12.15 bersama pendaki lain yang sedang menjadi panitia Operasi Bersih hari itu sekalian bertanya-tanya bagaimana keadaan hari itu. Dia pun bilang sebaiknya jangan hari itu, sedang ada badai, dan keadaannya saya pemula dan sendirian pada saat itu. Dia bilang gunung ini tidak seaman seperti gunung lainnya. Akhirnya benar saja tak lama kemudian hujan besarpun mengguyur kami. Sayapun ikut berteduh di tenda milik rombongan mereka.

Keadaan Badai dan Tenda

Di saat hujan mulai mereda sayapun ditawari oleh seseorang pendaki yang baru saya kenal (Bang Arab) untuk mendaki bersama keesokan harinya, berhubung dia juga suka menyendiri dan gunung ini merupakan gunung favoritnya. Akhirnya saya menyetujui untuk menunggu dia hingga keesokan harinya dan segera mendirikan tenda sendiri ketika rombongan mereka telah turun ke bawah. Di saat malam sekiranya setelah ishya ada kejadian aneh yang setelahnya saya ketahui memang di gunung itu sering terjadi, yaitu saya mendengar suara perempuan adzan di tebing yang berada di bawah daerah camp saya. Tapi tidak saya hiraukan, toh saya tidak mengganggu dan “itu” pun tidak mengganggu saya. Sayapun tertidur setelahnya..

Senin, 2 Mei 2011

Pagi itu sayapun bangun pada pukul 06.00 untuk segera bersiap-siap mendaki. Sayapun segera minum aer putih dan bersiap2 untuk mengadakan penelusuran medan sambil pemanasan (stretching dan jogging). Sayapun sempat memoto moment-moment dan keindahan alam yang saya lihat pagi itu

Pagi hari di lokasi camp Pemancar

Foto saat Orientasi Medan

Pemancar

Pada pukul 09.00 pun Bang Arab dating dan kami memasak indomie dan memakan sedikit roti pagi itu bersama sebelum pendakian dimulai. Setelah itu kami mengisi air dulu di dekat Pemancar. Akhirnya pada pukul 11.00 pun kami memulai pendakian. Lumayan berat sekali saat itu bawaan saya, kami sempat salah jalan dikarenakan tiba-tiba ada lading yang baru dibuat. Akhirnya pada pukul 11.45 kami tiba di pos 1. Lumayan ngos-ngos an juga awal trek sudah menanjak. Kami beristirahat sebentar, minum, serta makan coklat sebentar. Setelah itu kamipun mulai lagi pendakian. Trek dari Pos1 ke Pos2 sudah terjal saja. Saya tidak bisa mendaki dengan baik tanpa bantuan tangan, apalagi dengan beban yang berat begitu. Sangat menyiksa, sering sekali saya mengistirahatkan sejenak otot-otot tubuh saya. Akhirnya pada pukul 14.30 sayapun tiba di Pos2. Disitu kamipun memakan lagi sedikit roti, gula merah, dan coklat. Akhirnya kamipun melanjutkan perjalanan dan tentunya Bang Arab menjadi pointernya. Akan tetapi saya sering sekali kehilangan jejaknya dikarenakan pendakian lambat yang saya lewati, sangat berat bawaan saya sepertinya dan trek pun tidak ada bonus sama sekali, membuat mental pendaki cepat down. Pukul 17.30 pun kami tiba di Pos 3 alias Puncak Bayangan yang konon angker ini.Disana kita beristirahat dan memasak makanan agar kembali bertenaga, kana tetapi hujanpun turun dankami segera membuat bivak darurat dan entah kenapa Bang Arab memilih medan yang sedikit miring di bawah Pos 3, dan kamipun melanjutkan kembali masak-memasak dan acara makan-makan kami. Akan tetapi hingga hutan sudah sangat gelappun hujan tak kunjung henti, kamipun memutuskan untuk tidur di bivak miring kami hingga nanti hujan berhenti, berhubung kondisi fisik pun sudah sangat kecapaian

Suasana shelter darurat di bawah Pos3

3 Mei 2011

Malam itu kira-kira pukul 02.00 saya terbangun karena sangat kedinginan dan Bang Arab pun sudah bergetar hebat. Melihat kondisi yang seperti itu saya segera berinisiatif untuk memasak makanan agar badan kita tidak kehilangan tubuh akibat kekurangan kalor dalam tubuh. Sayapun memaksa Bang Arab untuk memasak dan makan minuman hangat malam itu, akan tetapi dia hanya menggigil dan menolak untuk bangun. Sayapun memasak sendiri dan membagi makanan dan minumaan saya menjadi 2 porsi. Singkat cerita Bang Arabpun mau untuk makan dan minum dan kami sepakat untuk tidur dulu menunggu pagi.

Pagi itu saya bangun pukul 05.30 dan segera meregangkan otot-otot kaku dan beku saya sambil berorientasi medan dan berfoto-foto. Ada moment dimana ada burung jalak hitam yang melompat-lompat subuh itu dan ketika saya ingin memfotonya dia segera terbang pergi. Pukul 06.00 pun Bang Arab bangun dan kami segera berpacking sambil menyantap sedikit coklat dan gula merah untuk stamina selanjutnya.. Akhirnya pukul 07.30 kamipun memulai perjalanan mendaki menuju puncak dan tiba di puncak sekitar pukul 08.45. Disana pun kami segera istirahat dan memasak karena kami belum makan yang mengandung cukup kalori pagi itu. Setelah makan kamipun berfoto-foto untuk mengabadikan moment yang butuh perjuangan berat itu.

Suasana Puncak

Kemudian kami memutuskan untuk segera turun ke bawah pukul 10.00 karena hari itu terlihat sedikit mendung. Oia dan persediaan air kamipun tinggal sekitar 300ml dibagi dua. Sepanjang perjalanan sayapun kembali tertinggal, akan tetapi jaraknya lebih sempit disbanding kemarin yang benar-benar kehilangan jejak. Di perjalanan untuk menghemat air dan antisipasi keadaan yang bakal terjadi sayapun hanya meminum dari dedaunan dan lumut-lumut di jalan, sedangkan untuk makan saya hanya mengambil buah-buahan berry. Di perjalanan kamiipun sempat terpisah dan mengambil jalur yang berbeda akan tetapi kamipun akhirnya bertemu lagi di warung basecamp bayongbong sewaktu perjalanan pulang pada pukul 14.00.

Gambar pemandangan Desa Bayongbong

Suasana jalur turun Bayongbong

Warung Basecamp Bayongbong

Akhirnya pendakian inipun berakhir dan kita kembali ke kehidupan seperti biasa yang terpenjara oleh system-sistem kita sendiri. Betapa sedihnya terpisah jauh dari alam bebas ini, dimana semua serba statis dan fana.

 

 

 

 

 

TIMELINE

1 Mei 2011

07.00     berangkat dari Palarang menuju Terminal Guntur

09.30     sampai di Terminal Guntur

10.30     tiba di Patrol

11.15     tiba di kaki gunung Cikuray (pemancar)

Camp dikarenakan adanya badai hari itu

 

2 Mei 2011

06.00     Bangun, persiapan mendaki

09.00     Bang Arab tiba

11.00     Mendaki bersama Bang Arab

11.45     Pos 1

14.30     Pos 2

17.30     Pos 3 (Puncak Bayangan)

Camp darurat dikarenakan kondisi fisik dan hujan

 

3 Mei 2011

06.00     Bangun, Persiapan menuju puncak

07.30     Memulai Pendakian

08.45     Sampai di Puncak

10.00     Turun dari puncak melewati jalur Bayongbong

14.00     Tiba di Basecamp(warung) Desa Pamalayan Bayongbong

Operasi pendakian pengembaraan selesai

BUDGETING

Tabel Transportasi :

No Lintasan Waktu

(Menit)

Biaya

(Rp)

Sarana Angkutan
1 Padalarang –Term. Guntur 150 15.000 Bus

 

2 Term. Guntur – Patrol 30 5000 Angkot 06
3 Patrolo – Dayeuh Manggung 45 30.000 Ojeg
Total 225 50.000  
1 Dayeuh Manggung – Patrol 45 30.000 Ojeg
2 Patrol – Term. Guntur 30 3.500 Angkot 06
3 Term. Guntur – Term. Cikarang 210 30.000 Bus
4 Term. Cikarang – Pertigaan Gombong 30 3.000 Angkot 17
5 Pertigaan Gombong – Dormitory PU 15 1.500 Angkot 33
Total 330 68.000  

 

Tabel Detail Umum :

No Uraian Jumlah (Rp) Keterangan
Logistik
1 Pembelian perbekalan non-makanan 24.500  
2 Pembelian perbekalan makanan 61.875  
Jumlah 86.375  
Medis
1 Obat-obatan 2.300  
Jumlah 2.300  
Transportasi
1 Berangkat 50.000  
2 Pulang 68.000  
Jumlah 118.000  
Dana Taktis
1 Dana tak terduga 50.000  
Jumlah 50.000  

 

 

Evaluasi

Dari pendakian Gunung CIkuray ini saya mendapat banyak pelajaran dari segi kehidupan dan teknis. Pelajaran dari pendakian ke Gunung Cikuray kali ini adalah :

  1. Kita tidak akan bisa melawan alam bagaimanapun keadaannya, meskipun kita sudah sangat matang dengan manajemen perjalanan kita.

 

  1. Membawa perbekalan yang lebih adalah kebijaksanaan dalam mendaki gunung.

 

  1. Membawa air yang banyak di gunung yang sulit ditemukan air ini adalah kaharusan.

 

  1. Jangan pernah terlalu malas untuk bertindak, apalagi untuk kepentingan diri kita sendiri.

 

  1. Keberanian dan ketenangan batin adalah kekuatan yang kita tidak akan pernah tau limitnya.

 

  1. TUhan punya segala rencana untuk kita dalam masa hidup ini.

Mungkin pelajaran yang saya tuliskan ini tidak sebanding dengan apa yang saya rasa. Tak semua hal di dunia bisa kita olah menjadi kata-kata. Sesempurna apapun kata-kata tak akan mewakili sebuah guru besar dalam hidup yaitu “Pengalaman”

Posted in Jurnal Perjalanan | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Posted in Uncategorized | 1 Comment